Cintailah Produksi dalam Negri tak berlaku untuk DPR-RI


Bubuhan Kakawalan dan papadaan semuanya, harus prihatin dengan Gaya hidup wakil-wakil kita di DPR-RI, sementara Rakyat yg mereka wakili masih banyak yang belum bisa lepas dari belenggu kemiskinan, sementara masih banyak sekolah-sekolah yang minim fasilitas, sementara Pemerintah menghimbau kepada Rakyatnya untuk mencintai Produk dalam Negri.
Sungguh ironis
Kursi di ruang rapat rapat baru Badan Anggaran diimpor dari Jerman harganya Rp24 juta per unit," pada saat konsultan teknis mempresentasikan gambar dan spesifikasi furnitur yang akan digunakan pada renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR RI, Badan Anggaran memilih spesifikasi kursi impor dari Jerman.
saat itu konsultan teknis mengusulkan tiga opsi pengadaan kursi untuk ruang rapat Badan Anggaran DPR RI. "Pada saat konsultan teknis mengusulkan tiga opsi kursi, Badan Anggaran memilih kursi yang ini," katanya.

Di ruang rapat Badan Anggaran DPR RI yang hampir selesai direnovasi ada lebih dari 100 kursi, dengan rincian 83 kursi untuk anggota Badan Anggaran serta ada sejumlah kursi lainnya untuk rapat kerja dengan mitra kerjanya.
Ruang rapat Badan Anggaran yang hampir selesai direnovasi tersebut, juga dilengkapi dengan fasilitas televisi berukuran sekitar 2x2 meter sebanyak tiga unit di dinding serta dinding ruangan yang dilengkapi akustik.

Renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR RI tersebut dikerjakan sejak Oktober 2010 dengan nilai proyek sebesar Rp20,4 miliar.
Menanggapi hal di atas,
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Kamis (19/1), mengkritisi sikap bermewah-mewah yang kerap ditunjukkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kursi saja kok sampai beli dari Jerman. Itu sikap yang menjauhi rakyat, terutama di sini yang rakyatnya masih duduk di lantai," ucap Said Aqil, Said Aqil dalam istighotsah dan tabligh akbar di Bencingan (Pendopo) Agung Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Said Aqil mengemukakan hal itu mengomentari anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan untuk berbagai proyek di DPR.

Dia menilai, proyek-proyek miliaran itu tidak substansial, seperti renovasi toilet dan terutama renovasi ruang rapat Badan Anggaran DPR yang menelan dana lebih dari Rp20 miliar. Sementara masih banyak rakyat yang tingkat perekonomiannya rendah.

"Yang namanya wakil rakyat, seharusnya betul-betul menjiwai nasib rakyat yang diwakilinya, betul-betul menjadi rakyat," ujarnya.

Menurut Said Aqil, sikap DPR tersebut menunjukkan jika DPR tidak berorientasi kerakyatan, dan itu sangat menyakitkan.

PBNU, sambung said Aqil, mendukung jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan terhadap proyek di DPR yang menghamburkan uang negara, seperti proyek renovasi ruang rapat Badan Anggaran.

Harus nya Mereka malu melihat ini
Bubuhan Kakawalan menganggap hal seperti ini seharusnya tidak terjadi bila Mereka yg di DPR-RI
Bener benar berjuang untuk kepentingan Rakyat , dan hal ini juga bisa di artikan sangat tidak menghargai terhadap Produk Dalam Negri, khususnya terhadap Produk Mebel tanah air,
Oh Wakil Rakyat.....kapan kah kau benar benar mewakili Rakyat.

by: Yutrian





















=========================================================================




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...