Study banding, Plesiran atau Jalan jalan

Saat saya menonton tv, kadang jengkel, geram, campur aduk di hati, kenapa? ya karena yg paling mudah di expresikan hanya itu, nonton apa sich,... Ya sebenar nya sich berita nya saban hari yang itu itu juga, seputaran urusan pemimpin kita dan dan yg mewakili kita di DPRRI, udah tau banyak Rakyat yg masih kesulitan untuk makan sehari hari,kok mereka malah sibuk memaksakan kehendak membangun Gedung super mewah, kok mereka malah kunjungan dan studi banding keluar negri, soal pembangunan yg tidak tentu arah nya, dan banyak lagi yg lain nya (kok jadi ngikutin lagu Rhoma irama). Tau apa sich saya soal pembangunan ? Sebenar nya mereka yg lebih tau, tapi sebodoh bodoh nya masyarakat, dengan rajin nonton tv aja kita akan tau bahwa banyak yg tidak beres di Negri ini, bahwa banyak yg tidak seimbang di negri ini, tapi pada pokok bahasan saya kali ini adalah soal kunjungan dan studi banding keluar Negri yg saya anggap Plersiran atau jalan jalan, kedua nya sama saja. kalau kita pikir untuk apa sich Studi banding keluar Negri , apa yg mau di banding banding kan udah jelas jauh berbeda, dan dari dulu tak pernah ada bukti nyata hasil dari Studi banding. Tak perlu ada studi banding, karena suda jelas perbedaan antara Negri ini dan yang di sebut Negara maju, sudah jelas perbedaan Budaya dan adat istiadat, berbeda iklim, berbeda standar kelayakan dan perbedaan lain nya, dengan banyak nya perbedaan Negara ini dan Negara lain, tentu nya cara penanganan nya pasti berbeda juga, maka percuma saja jauh jauh ke Negri orang, toh tak akan dapat di terap kan di sini, kalau udah begini, siapa sih sebenar nya yg bodoh.
Segala persoalan yg menumpuk di Negri yg kita cintai ini tak akan pernah kita dapat pemecahan nya di negri orang. Kalau ingin mencari jawaban atas permasyalahan di Negri ini, semua jawaban sudah tersedia, berkunjung lah ke Desa desa, berkunjung lah ke perumahan kumuh, berkunjung lah ke sekolah yg reyot, berkunjung lah ke Rakya mu yg mengangkat Harkat dan martabat mu, karna tampa Rakyat mu, kau bukan lah apa apa.
Kalau ingin solusi, kumpul kan para Profesor, Doktor, Mahasiswa, dan tak terhitung orang pintar di Negri ini, kurang apa lagi?, yg kurang justru Nasionalisme Anda sebagai warga Negara.
cobalah belajar untuk menghargai pemikiran dan karya bangsa sendiri, cobalah untuk memamfaat kan semaksimal mungkin potensi yg ada, jangan ajari Anak Bangsa untuk menjiplak, jangan ajari Generasi kita budaya mencontek, jangan ajari Kami untuk malas membuat karya sendiri, jangan ajari Kami cara untuk menanggal kan keyakinan Kami, bahwa Kami pun mampu berkarya.
Saya bukan seorang Penulis, tapi ini tetap lah sebuah Tulisan.




Yossi yutrian
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...