BBM oh BBM.

Pulang kerja tadi sore, saya perhatikan jarum penunjuk bahan bakar kendaraan saya menunjuk ke warna merah, itu artinya tangki bahan bakar minta segera di isi, ingin masuk ke sebuah pom bensin, saya urungkan karena sudah di cegat papan bertuliskan, Bensin habis!!!.
Saya coba pergi ke pom bensin lain nya, saya temukan tulisan yg sama, saya jadi menggerutu dalam hati dan hal ini memang sangat sering Saya alami, akhir nya saya coba beli eceran, ternyata di eceran kaki lima stok bensin selalu tersedia. Wah saya jadi berpikir bahwa pada akhir akhir ini, ternyata BBM khusus nya premium lebih mudah di dapat kan di kaki lima alias di kios BBM ta resmi.
Saya pernah membaca sebuah peraturan yg menyebut kan bahwa menjual belikan BBM tampa ijin, di larang.
Dan saya pernah membaca tentang penangkapan pelaku penimbunan BBM dan yg menjual nya secara sembunyi sembuny, ternyata aturan itu berlaku hanya pada pelaku yg sembunyi sembunyi, sedang kan pelaku yg terang terangan menjual BBM tampa izin misal nya di kaki lima, ternyata tidak apa apa, artinya walau pun tampa izin asal di lakukan secara transparan maka akan di biarkan saja, saya jadi berpikir bahwa larangan itu hanya untuk yang sembunyi sembunyi. Sungguh sebuah peraturan aneh, yg didepan mata di biarkan, yg sembunyi di uber uber, tapi saya coba mencari cari bagai mana aturan yg sebenar nya, ternyata memang tidak ada aturan yg jelas, aturan yg sama tidak jelas nya adalah aturan tertulis di stasiun pengisian BBM yg bertuliskan : tidak melayani Jerigen, padahal tidak jauh dari situ banyak penjual bensin eceran.
Saya tidak mempermasalah kan Pedagang BBM eceran atau pedagang BBM kaki lima nya, tapi lebih pada Peraturan nya yg jelas, siapapun tak bisa membantah pedagang BBM eceran, terutama di daerah yg jauh dari Stasiun pengisian BBM, sudah jelas sangat membantu masyarakat yg membutuh kan BBM dengan segera.
yang penting untuk di persoal kan adalah pendistribusian yg sepertinya tidak teratur, kenapa saya katakan tidak teratur? karena 2 bulan yg lalu BBM lancar tidak ada kelangkaan, satu bulan lalu BBM langka , akhir bulan lalu lancar lagi, awal bulan ini langka lagi, oleh karena itulah Saya berani menyimpulkan bahwa pendistribusian BBM tidak teratur, kalau alasan dari Pertamina selalu saja Penimbun BBM yg disalah kan, padahal kalau pendistribusian nya teratur maka tidak akan ada penimbun BBM. tapi pada kenyataan nya dari tahun yg lewat sampai pada hari ini ternyata persoalan nya selalu yg itu itu saja dan dengan alasan dan penyebab nya yg itu itu juga, kesimpulan nya Pertamina tidak pernah belajar dari pengalaman dan tidak malu untuk mengatakan alasan yg selalu sama setiap ada kelangkaan BBM.


Saya bukan lah penulis tapi bagai mana pun, ini tetap lah sebuah tulisan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...